Dyah Budiastuti, yang aku cintai…
Mami, aku mencintaimu sejak

Aku mulai memanggilmu dengan MAMI setelah anak kita – Arlandianto lahir, dan anak anak juga mengikutinya.

Aku selalu ingat bagaimana awal kita bertemu, kita kuliah di Teknik Elektro UNDIP. Suatu saat aku sangat kagum karena kamu satu-satunya yang bisa mengalahkan aku dalam menyelesaikan tugas mata kuliah yang sangat sulit, dan kamu menyampaikan dalam presentasi yang sangat menarik dan membuat Pak Sulasno (dosen kita yang killer) memberikan tepuk tangan. Aku benar-benar terpesona denganmu dan sejak itu aku ingin selalu bersamamu dan sejak itu pula aku mencintaimu.

Kamu selalu memanggilku dengan Stan dan aku memanggilmu dengan AY. Kita bersama berjuang dalam perkuliahan dan menyusun masa depan kita.

Aku mengagumimu ….

Kamu memilih untuk lebih banyak mengurus anak-anak dan rumah tangga, serta memilih menjadi dosen paruh waktu. Aku mengagumimu karena kamulah yang mendukung aku dan anak anak bisa mencapai seperti ini. Kamu juga selalu tersenyum dengan semua orang dan mereka sangat menghagai persahabatan denganmu.

Kita selalu Bersama ……

Mami, kita selalu bersama, kegiatan di kampus, di rumah, dan kegiatan di gereja serta komunitas. Kita juga punya banyak rencana yang sudah kita wujudkan dan yang mau kita wujudkan

Kamu setia berdoa untukku

Mami, kamu mendampingiku saat aku sakit dan tidak sadarkan diri di ICU. Kamu berdoa dan memohon kepada Tuhan agar aku diberi kesempatan untuk hidup yang kedua. Kamu sangat tegar dan menunjukkan bukti janji perkawianan yang kita ucapkan. Tuhan mengabulkannya dan kamu terus merawatku dengan kasih sayang.

Tuhan lebih mencintaimu ….

Mami, aku mendapingimu saat kamu dirawat di rumah sakit dan dirawat di rumah. Aku terus berdoa agar kamu bisa sembuh dan kita bisa mewujudkan semua yang kita rencanakan. Namun Tuhan lebih mencintaimu dan kamu kembali kehadirat-Nya. Semoga kita bisa bertemu lagi, aku akan memanggilmu kembali dengan AY.

Aku menjalankan apa yang kamu rencanakan

Mami, aku menjalankan semua yang sudah kamu rencanakan secara detail untuk pernikahan anak kita, Arland & Livia. Aku memohon kepada Tuhan supaya kamu hadir saat pernikahan itu

Harjanto Prabowo